Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Siber
  • Kontak
  • Indeks
  • Privacy
  • Disclaimer
KABAR KEDIRI RAYA
  • Home
  • Berita
    • All
    • HUKRIM
    • Pemerintah
    • Peristiwa
    • TNI & Polri
  • HOT NEWS
    • Video
  • Jawa Timur
  • KKR TV
  • Daerah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jakarta
    • Bali
    • Banyuwangi
Search
Home beritahariini lifestyle Tata Krama Dikalangan Generasi Milenial dan Peran Serta Orang Tua
beritahariini lifestyle

Tata Krama Dikalangan Generasi Milenial dan Peran Serta Orang Tua

Kabar Kediri Raya
Kabar Kediri Raya
04 Mar, 2022 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Bangsa Indonesia yang telah lama dikenal dan kental dengan adat ketimuran yang sangat menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, keramahan dan kesantunan dalam berinteraksi dengan dunia luar.  Sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa yang ada dalam Pancasila, masyarakat yang majemuk dengan berbagai macam suku, budaya bahkan agama dan kepercyaan. Namun semua dapat hidup berdampingan dengan baik dan saling menghormati  antar sesama. Tak terkecuali masyarakat  jawa yang senantiasa mengedepankan sopan santun yang semua tak bisa lepas dari ajaran budaya Jawa itu sendiri yang salah satunya mengajarkan untuk selalu andhap asor (rendah diri). Disamping itu ada pula unggah-ungguh (tata krama) dalam bergaul dengan siapa saja, terlebih kepada orang-orang yang dipandang lebih tua. 

Namun beberapa tahun terakhir bahkan mungkin jauh sebelumnya, atau bisa jadi diakhir-akhir tahun 90-an menjelang tahun 2000 yang akrab disebut dengan era milenium dan lahirnya generasi-generasi milenial,  unggah-ungguh (tata krama) khususnya uggah-ungguh basa yang membedakan bahasa antara teman seusia bagaimana, dengan yang lebih muda bagaimana, dan dengan yang lebih tua terutama dengan orang tua bagaimana. Bahasa ibu yang dulu di desa  melekat dalam sendi-sendi kehidupan  masyarakat jawa sepertinya mulai terkikis, apalagi diperkotaan. Terlihat jelas  fenomena terkikisnya unggah-ungguh basa dilingkungan masyarakat jawa, dimanapun tak terkecuali dipedesaan sekalipun. Anak - anak  dalam kesehariannya sudah biasa dan dibiasakan  menggunakan bahasa Indonesia dan itu bagus, namun sayangnya bahasa ibu yakni  bahasa jawa dilingkungan masyarakat jawa cenderung dilupakan. Bahkan tidak sedikit anggapan bahasa jawa itu “kuno dan ndesa.” Anggapan yang justru datang dari orang-orang disekitar kita yang nota bene adalah orang jawa. Tidak salah bagi kita mendidik putra-putra kita dengan bahasa Indonesia karena itu adalah bahasa nasional walaupun bahasa Indonesia pun kita masih perlu belajar lagi, kenapa? Karena ternyata kitapun sebagai orang tua tak pandai berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa yang sering kita gunakanpun terkontaminasi dengan bahasa-bahasa “gaul” yang konon katanya mudah diterima disemua kalangan. Bagus pula memberikan pengetahuan tentang bahasa asing karena karena tidak bisa dipungkiri anak-anak kita di sekolah juga perlu bahasa asing untuk dapat menambah kompetensi, dan  bergaul dengan orang-orang mancanegara bila ada kesempatan serta mengingat bahasa yang digunakan dalam penggunaan teknologi di era digital saat ini praktis menggunakan bahasa Inggris dan sebagai bahasa internasional. Namun sekali lagi sangat disayangkan keberadaan bahasa jawa sebagai bahasa ibu diabaikan.

Kembali ke unggah-ungguh basa dalam bahasa jawa, disana ada unsur menghargai dan menghormati kepada orang yang lebih tua. Satu saja kata; makan, dalam bahasa Indonesia siapapun pasti menggunakan kata makan dalam menyampaikan ke orang lain tak peduli dengan orang tua sekalipun, bahkan untuk hewan juga menggunakan kata makan.  Contoh : 

Adik makan kue bolu

Bapak makan nasi goreng

Kucing itu makan ikan asin

Dalam bahasa jawa beda  karena ada penghormatan terhadap orang lain terutama yang dianggap lebih tua. Contoh :

Adik maem roti

Bapak dhahar sega goreng

Kucing kui mangan cecak

Dan masih banyak lainnya, jadi sangat jelas bahwa dalam budaya jawa unggah-ungguh basa sangat bermakna, maka semestinya pemerintah khususnya di Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan dan Balai Bahasa berperan aktif menggairahkan kembali muatan lokal bahasa daerah sampai jenjang SLTA, mungkin juga perguruan tinggi prodi bahasa sastra jawa bukan hanya terbatas di UNESA, akan tetapi itu tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Tentu akan sangat sulit karena dijaman sekarang semua berorientasi bisnis, dan bahasa jawa tentu sepi peminat yang ujung-ujungnya tidak ada nilai bisnisnya. 

Oleh karenanya, pelestarian unggah-ungguh basa sangat bergantung pada keluarga. Kalau saja semua  orang tua tidak malu dan peduli serta mau mengorbankan waktunya mengajari putra-putranya bahasa jawa yang sesuai dengan unggah-ungguh basa yang benar tentu lama kelamaan akan timbul kembali generasi-generasi yang berbudi pekerti luhur yang diawali dengan “ngajeni marang wong liya luwih-luwih marang  sing luwih sepuh (menghargai  orang lain lebih-lebih kepada yang lebih tua.”

Dengan sesanti Sura Dira Jayaning Rat Lebur Dening Pangastuti semoga tulisan ini memberi arti, semua bisa Mulat Sarira Hangrasa Wani.

 Rahayu sagung dumadi. 


Penulis : Gayus Blt.

Via beritahariini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Bea Cukai Kota Kediri

Bea Cukai Kota Kediri

Bea Cukai

Bea Cukai

Kapolsek Mojoroto

Kapolsek Mojoroto

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Polres Kediri Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat di Depan Mako Polres Kediri

Kabar Kediri Raya- 2/20/2026 08:07:00 AM 0
Polres Kediri Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat di Depan Mako Polres Kediri
KABARKEDIRIRAYA.com | KEDIRI–Bulan suci Ramadan,  Polres Kediri menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat, pada Kamis (19/2/2026). Kegiat…

Berita Populer

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

2/14/2026 12:56:00 AM
Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

2/03/2026 02:07:00 PM
Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

2/13/2026 10:12:00 PM

Recent Comments



Follow Us On Instagram @kabarkediriraya

Berita Hari ini

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

2/14/2026 12:56:00 AM
Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

2/03/2026 02:07:00 PM
Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

2/13/2026 10:12:00 PM

Berita Terpopuler

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

Final Turnamen Tenis Lapangan Piala Kapolres Kediri 2026 Berlangsung Meriah

2/14/2026 12:56:00 AM
Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

Humanis, Polres Probolinggo Beri Layanan Aksi Damai PC PMII

2/03/2026 02:07:00 PM
Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

Tingkatkan Ketaqwaan Polsek Gurah, Polres Kediri Adakan Do'a Bersama Muspika Dan Anggota

2/13/2026 10:12:00 PM

Populart Categoris

  • Beritanasional458
  • Jakarta88
  • Nasional1240
  • bali8
  • banyuwangi12
  • beritabanyuwangi1
  • beritajawatimur1666
  • jawabarat25
  • jawatengah4
  • jawatimur907
KABAR KEDIRI RAYA

About Us

Kabar Kediri Raya.com merupakan portal media online atau informasi yang sekaligus menjadi wadah untuk mendorong masyarakat saling berbagi informasi, apalagi di zaman yang semakin terbuka dengan kecanggihan teknologi informasi, yang mana informasi semakin mudah di dapat dan di bagikan..

Contact us: kabarkediriraya@gmail.com

Follow Us

@2023 KABAR KEDIRI RAYA Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Siber
  • Advertisement
  • Contact Us